About

Idik Saeful Bahri mengucapkan selamat datang dan selamat mencari inspirasi di Blog-blog yang sudah menjadi bagian dari blog Idikms. Jangan sungkan untuk memberikan kontribusi dan kritik, serta jangan bosan untuk kembali mampir disini.

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pages

DIX VUL RY

DIX VUL RY

Jumat, 20 Januari 2017

TUGAS SEKOLAH? TUKER DENGAN Rp.100.000, HANYA DI BR

PELUANG PENGHASILAN SAMPINGAN
Telah rilis portal online www.BahasaRakyat.com sebagai ajang untuk memberikan opini bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan motto, “Membangun Bahasa yang Objektif, Inspiratif, dan Penuh Argumentatif”, Bahasa Rakyat (BR) membuka kesempatan kepada siapapun untuk menjadi penulis aktif di dalamnya.
Ada reward sebesar Rp. 100.000 bagi pengirim naskah tulisan dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. Setiap artikel “yang diposting” di web Bahasa Rakyat (BR) sama dengan satu poin angka.
  2. Reward Rp. 100.000 dapat dicairkan apabila sudah terkumpul 50 poin, artinya ada 50 artikel anda yang sudah dipublikasikan di web Bahasa Rakyat (BR).
  3. Tidak ada ketentuan dalam batasan waktu, sehingga anda tidak terburu-buru untuk mengirimkan naskah. Selama apapun anda mengumpulkan 50 poin, reward akan tetap cair ke rekening anda.
Adapun ketentuan penulisan artikel harus mencakup persyaratan berikut :
  1. Bebas dari plagiasi. Jika tertangkap alat pendeteksi plagiarism dengan komposisi lebih dari 70% isi tulisannya hasil jiplak tanpa referensi, maka poin akan dicabut.
  2. Artikel yang dikirimkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media lain, baik media online maupun cetak. Jika seandainya terbukti telah dipublikasikan, maka poin yang di dapat akan di cabut. Namun jika sudah dipublikasikan di Bahasa Rakyat (BR), anda bisa mempublikasikan di tempat lain. Artinya, Bahasa Rakyat (BR) menjadi tempat publikasi pertama tulisan anda.
  3. Tulisan berbentuk bebas, boleh cerpen, puisi, opini, berita, resensi buku, tugas kuliah/sekolah yang anda kerjakan sendiri, dan lain-lain.
  4. Tulisan harus bebas dari keberpihakan (harus objektif), khususnya dalam opini politik. Berikan argumentasi secara teoretik jika keberpihakan itu mutlak dilakukan.
  5. Tulisan tidak mengandung unsur sentimen SARA, hinaan, cacian, dan lain-lain yang bertentangan dengan hukum.
  6. Isi muatan artikel 100% menjadi tanggung jawab penulis.
  7. Artikel boleh ditulis dalam berbagai bahasa, baik bahasa nasional, bahasa daerah, juga bahasa asing.
  8. Dalam pengiriman naskah, gunakan nama lengkap anda (tambahkan gelar), bukan nama panggilan maupun inisial, hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang akan mengutip tulisan anda.
Segera daftarkan diri anda ke portal www.BahasaRakyat.com dan dapatkan rewardnya. Segala pemberitahuan dan informasi poin akan dikirim melalui e-Mail, usahakan anda selalu update membuka e-Mail setiap saat.
Pendaftaran silahkan kirim melalui e-Mail dengan format :
NAMA LENGKAP (plus gelar)
NOMOR REKENING
Info lengkap dan pengiriman naskah silahkan hubungi Bahasa Rakyat (BR) melalui e-Mail :
web(dot)BahasaRakyat(at)gmail(dot)com
Silahkan share informasi ini, Bahasa Rakyat (BR) berkomitmen untuk menangkal paham radikalisme, hate speech, berita-berita bohong (hoax), dan opini menyesatkan yang biasa menyebar di media sosial. Biarkan kebenaran menghampiri dunia ini melalui tangan-tangan akademisi.


Kamis, 19 Januari 2017

KEGUNAAN SEKOLAH

Mengenyam pendidikan pada institusi pendidikan formal yang diakui oleh lembaga pendidikan negara adalah sesuatu yang wajib dilakukan di Indonesia. Mulai dari anak tukang sapu jalan, anak tukang dagang martabak mesir, anak tukang jambret, anak pak tani, anak bisnismen, anak pejabat tinggi negara, dan sebagainya harus bersekolah minimal selama 9 tahun lamanya hingga lulus SMP.

Mungkin banyak dari kita yang mempertanyakan apakah sebenarnya fungsi pendidikan formal tersebut. Situs organisasi.org ini akan membantu memberikan sedikit jawaban sesuai dengan kondisi yang ada. Kenapa kita harus sekolah dan mengapa semakin tinggi jenjang pendidikan kita maka semakin baik?

Manfaat dan Fungsi Belajar di Sekolah dan di Perguruan Tinggi :

1. Melatih Kemampuan Kemampuan Akademis Anak (Biar Pintar)

Dengan melatih serta mengasah kemampuan menghafal, menganalisa, memecahkan masalah, logika, dan lain sebagainya maka diharapkan seseorang akan memiliki kemampuan akademis yang baik. Orang yang tidak sekolah biasanya tidak memiliki kemampuan akademis yang baik sehingga dapat dibedakan dengan orang yang bersekolah. Kehidupan yang ada di masa depan tidaklah semudah dan seindah saat ini karena dibutuhkan perjuangan dan kerja keras serta banyak ilmu pengetahuan.

2. Menggembleng dan Memperkuat Mental, Fisik dan Disiplin

Dengan mengharuskan seorang siswa atau mahasiswa datang dan pulang sesuai dengan aturan yang berlaku maka secara tidak langsung dapat meningkatkan kedisiplinan seseorang. Dengan begitu padatnya jadwal sekolah yang memaksa seorang siswa untuk belajar secara terus-menerus akan menguatkan mental dan fisik seseorang menjadi lebih baik.

3. Memperkenalkan Tanggung Jawab

Tanggung jawab seorang anak adalah belajar di mana orangtua atau wali yang memberi nafkah. Seorang anak yang menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dengan bersekolah yang rajin akan membuat bangga orang tua, guru, saudara, famili, dan lain-lain.

4. Membangun Jiwa Sosial dan Jaringan Pertemanan

Banyaknya teman yang bersekolah bersama akan memperluas hubungan sosial seorang siswa. Tidak menutup kemungkinan di masa depan akan membentuk jaringan bisnis dengan sesama teman di mana di antara sesamanya sudah saling kenal dan percaya. Dengan memiliki teman maka kebutuhan sosial yang merupakan kebutuhan dasar manusia dapat terpenuhi dengan baik.

5. Sebagai Identitas Diri

Lulus dari sebuah institusi pendidikan biasanya akan menerima suatu sertifikat atau ijazah khusus yang mengakui bahwa kita adalah orang yang terpelajar, memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan. Jika disandingkan dengan orang yang tidak berpendidikan dalam suatu lowongan pekerjaan kantor, maka rata-rata yang terpelajarlah yang akam mendapatkan pekerjaan tersebut.

6. Sarana Mengembangkan Diri dan Berkreativitas

Seorang siswa dapat mengikuti berbagai program ekstrakurikuler sebagai pelengkap kegiatan akademis belajar mengajar agar dapat mengembangkan bakat dan minat dalam diri seseorang. Semakin banyak memiliki keahlian dan daya kreativitas maka akan semakin baik pula kualitas seseorang. Sekolah dan kuliah hanyalah sebagai suatu mediator atau perangkat pengembangan diri. Yang mengubah diri seseorang adalah hanyalah orang itu sendiri.

PERANAN SEKOLAH DALAM PENDIDIKAN

Peranan sekolah dalam pendidikan yang merupakan tingkatan kedua setelah pendidikan dalam keluarga.
Peranan sekolah yakni mendidik dan mengajar serta memperbaiki dan memperhalus tingkah laku anak didik yang dibawa dari keluarganya.
Peran seorang guru yang sebagai pendidik harus memikul pertanggungjawaban untuk mendidik.
Guru yang ada di sekolah merupakan pendidik formal secara langsung menerima kepercayaan dari sekolah maupun masyarakat untuk memangku jabatan dan tanggungjawab pendidikan.
Selain dari guru, sekolah juga butuh adanya alat sebagai pelengkap berkembangnya pendidikan. Yang dimaksud alat pendidikan disini yakni suatu tindakan atau situasi yang sengaja diadakan untuk tercapainya suatu tujuan pendidikan tertentu atau yang ingin dicapainya. Antara lain berupa hukuman dan ganjaran, perintah dan larangan, pujian dan celaan, contoh serta kebiasaan. Selain itu juga pada gedung sekolah, keadaan perlengkapan sekolah, keadaan alat-alat pelajaran, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
Perubahan perilaku pada dasarnya dipengaruhi oleh pendidikan yang ia terima sepanjang hayatnya, pendidikan ini bukan saja sebatas yang formal seperti sekolah atau kursus-kursus namun dalam arti luas artinya segala sesuatu yang diterima manusia melalui panca indera itu menjadi bagain dari pendidikan.
Melihat, mendengar, merasa, dan meraba merupakan komponen penting dalam pendidikan, dan itu sangat-sangat mudah ia dapatkan dari lingkungan, baik lingkungan pendidikan formal atau non formal.

Semenjak terlahirnya teori behaviouristik oleh Pavlov, maka sejak itu pula pemahaman bahwa perilaku manusia dipengaruhi juga oleh lingkungan menjadi dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Jadi wajar apabila Soekarno pernah berkata lantang “Berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku mengubah dunia!” ungkapan itu tampak PD memang, namun beralasan.
Secara psikologi, memang lingkungan juga berperan penting dalam perilaku manusia khususnya sekolah, sebab dari sinilah perlakukan-perlauan yang terus menerus dan terstruktur masif diberikan kepada anak, sehingga anak diharapkan dapat merubah perilakunya sesuai yang diharapkan. Sekolah yang telah memberikan lingkungan yang menunjang bagi kesuksesan pendidikan maka sekolah itu secara langsung dan tidak langsung memberikan sentuhan perlakuan kepada anak. Lingkungan itu meliputi
• fisik seperti bangunan, alat, sarana, dan gurunya
• non fisik yaitu kurikulum, norma, dan pembiasaan nilai-nilai kehidupan yang terlaksana di sekolah itu.

Namun ingat, lingkungan memang berperan tetapi faktor genital juga memberikan pengaruh, setidaknya pada bakat. Tentang baka, banyak orang yang sukses terkadang disebabkan oleh faktor bakat meski 1% dan yang lain itu adalah kerja keras.

Dengan pendidikan sekolah diharapkan manusia atau anak didik dapat berkembang sepanjang hidupnya atau seumur hidup. Masa sekolah bukanlah satu-satunya masa bagi setiap orang untuk belajar, namun disadari bahwa sekolah adalah tempat yang sangat strategis bagi pemerintah dan masyarakat untuk membina generasi muda dalam menghadapi masa depan.
Oleh sebab itu tugas sekolah dalam pendidikan tidak hanya membina pengetahuan dan kecakapan yang berguna untuk dimanfaatkan oleh manusia atau anak didik secara langsung setelah lulus tetapi juga menyiapkan sikap dan nilai serta kemampuan untuk belajar terus bagi perkembangan pribadinya.

UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN

1) Peserta didik
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.
Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:
a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.
b. Individu yang sedang berkembang.
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
d. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.
2) Orang yang membimbing (pendidik)
Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.
3) Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)

Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.

4) Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)

a. Alat dan Metode

Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.

b. Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan)

Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

DEFINISI PENDIDIKAN SEKOLAH

Pendidikan sekolah merupakan fungsi konservatif yang sekolah itu bertanggung jawab untuk mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat dan membentuk kesejatian diri sebagai manusia.
Pendidikan sekolah juga sebagai instrument penyadaran bermakna bahwa sekolah berfungsi untuk membangun kesadaran yang berada pada tataran sopan santun, beradab, dan bermoral dimana hal itu sudah menjadi tugas semua orang. Sistem pendidikan yang kuat dalam sekolah akan mewujudkan standar mutu lulusan berbasis kompetensi.
Proses pembelajaran di sekolah mengandung makna bahwa kemampuan sumber daya sekolah mentransformasikan multijenis masukan dan situasi untuk mencapai derajat nilai tambah tertentu bagi peserta didik. Dengan demikian pendidikan akan dipandang mutu jika mampu melahirkan keunggulan akademik dan ekstrakurikuler pada peserta didik yang di nyatakan lulus untuk satu jenjang pendidikan atau menyelesaikan program pembelajaran tertentu.
Macam-macam pendidikan terbagi menjadi 2, yakni formal dan non-formal.
Pendidikan formal adalah pendidikan di sekolah yang berlangsung secara teratur dan bertingkat mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat. Dalam arti pendidikan formal berada dalam lingkup sekolah dengan adanya kurikulum. Tujuan pendidik adalah untuk memperkaya budi pekerti, pengetahuan dan untuk menyiapkan seseorang agar mampu dan trampil dalam suatu bidang pekerjaan tertentu.
Sedangkan pendidikan non-formal adalah suatau pendidikan yang lebih berbasis pada lingkungan masyarakat,oleh masyarakat, untuk masyarakat sebagai pelengkap pendidikan formal.

Adapun faktor-faktor pendidikan merupakan suatu proses bimbingan, tuntutan atau pimpinan yang di dalamnya mengandung unsur-unsur seperti pendidik, anak didik, tujuan dan sebagainya.
Dalam pendidikan terdapat beberapa konsep untuk proses berkembangnya suatu pendidikan yang diantaranya :
Paedagogi, yakni yang ditujukan pada anak yang belum dewasa dan menjadikan kedewasaan terhadap anak tersebut.
Andragogi, yakni gambaran perilaku yang tidak dewasa
Education, yakni "transfer of knowledge” yang menunjukkan bahwa proses pendidikan ada pada pendidik sebagai pelatih, pengembang, pemberi atau pewaris.

IDIK M S

IDIK M S

Partisipasi Publik

Anda bisa ikut berpartisipasi dalam memberikan sebuah opini, informasi, data yang bisa di download atau apapun itu, dengan mengirimkan melalui E-Mail idikms@gmail.com dengan format:
1. Nama Pengirim
2. Judul Bahan
3. Masukkan alamat Blog yang hendak menampilkan data anda
Sebagai contoh :
Nama Pengirim = Idik Saeful Bahri
Judul Bahan = DOWNLOAD E-BOOK MAHASISWA
Alamat Blog = idikms.blogspot.com, 3kuningan.blogspot.com, dan viking-bobotoh-persib.blogspot.com

IDIK SAEFUL BAHRI

IDIK SAEFUL BAHRI